Dampak Lockdown dan PSBB Terhadap Sistem Pembelajaran

Hello Everyone,,, Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang apa saja dampak yang ditimbulkan dari Lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) terhadap sistem pembelajaran.


Kalian semua tahu pasti bahwa wabah Covid-19 adalah penyebab di berlakukannya Lockdown dan PSBB di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Memberlakukan Lockdown dan PSBB dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona, sehingga semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus di kurangi ataupun dihentikan sampai pandemic ini mereda. Hampir semua aktivitas dilakukan di rumah masing-masing. Salah satunya dalam bidang pendidikan yaitu proses pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilakukan di sekolah, melainkan di rumah masing-masing dengan metode kelas daring dengan menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia di internet.

Hal ini memunculkan beberapa pertanyaan, salah satunya seperti “apakah metode pembelajaran daring ini dapat menyamakan kualitas pembelajaran yang dilakukan secara langsung atau tatap muka?”

Tentu saja dampak pembelajaran daring ini memiliki dampak positif dan negatif terhadap kualitas sistem pembelajaran. Berikut beberapa  dampak positif dan negative dari pembelajaran secara daring:

Dampak positif:

1.       Aman dari bahaya virus corona.

2.    Dengan pembelajaran daring, para pelajar dapat mengases materi pembelajaran dengan mudah, hal ini didukung oleh teknologi yang berkembang pesat seperti smartphone.

3.   Melakukan kegiatan pembelajaran dengan santai, seperti sambil mendengarkan musik, tiduran, dan makan cemilan. Sehingga kita bisa rileks dalam belajar dan mengurangi kejenuhan ketika belajar.

Dampak Negatif:

1.  Kejahatan cyber yang dapat menyerang aplikasi-aplikasi pembelajaran daring. Seperti penjualan data, penipuan dan lainnya.

2.   Kegiatan belajar mengajar dengan metode daring tidak sama efektifnya dengan pembelajaran tatap muka. Banyak pelajar yang kesulitan dalam memahami materi pembelajaran karena kurangnya penjelasan dari pengajar.

3.   Tugas yang menumpuk. Sistem pembelajaran daring tidak bisa memastikan pelajar yang hadir di dalam kelas seperti saat pembelajaran tatap muka. Jadi, beberapa pengajar memberikan tugas disetiap pertemuan sebagai bukti bahwa pelajar tersebut hadir di kelas daringnya.

 4. Beberapa pelajar kesulitan mengakses internet untuk pembelajaran daring, seperti tinggal di pedesaan yang sulit mendapatkan sinyal, dan lainnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

My dreams

past story

I Love My Sisters